Jumat, 27 April 2012

Antara Pekerjaan, Titel, Nilai dan Ilmu

Kamis, 26 April 2012

Play  Group, Taman Kanak2, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas, yaaaah itulah kira2 proses yang lazim dialami oleh kian banyak orang2, dan kalaupun memiliki kesempatan biasanya melanjutkan pendidikan ke jenjang Pergeruan Tinggi, adapun bagi mereka yang amat beruntng atau lebih gigih dalam hidupnya jelaslah telah sukses mendapatkan pekerjaan dengan tanpa terlebih dahulu masuk ke jenjang perguruan tinggi.


Kebetulan aku disini masuk dalam kategori orang yang biasa2 aja, yaah aku mengalami masa2 pendidikan yang standar, TK, SD, SMP, SMA sampai kini aku merasakan bangku perkuliahan yang mungkin sebentar lagi akan ku tinggalkan, amin. Dalam perkuliahan jelaslah pasti banyak mengalami pengalaman2 yang lucu, penuh dengan sensasi, kontroversi, sampai pengalaman yang aneh2, dan banyak lagi mungkin pengalaman yang eggak bisa aku tulis satu persatu dalam media ini. Well, kali ini aku akan sedikit membahas about permasalahan yang udah gak aneh lagi di lingkungan kampus, sebuah pernyataan yang tentu ada pada benak setiap mahasiswa yang masuk ke dunia perkuliahan, yuppp tidak lain dan tidak bukan ialah “Apa Tujuan Kamu Kuliah?????” pertanyaan yang sepertinya  memang sangat sepele, tapi berakibat FATAL.
Teringat pengalaman terdahulu, rasanya aku pernah dengan iseng dan gak sengaja gitu aja nanya ke temen2 di kampus (tentunya temen yang sejurusan lah, dan yang kenal pula. Gak lucu kan kalo aku lagi jalan2 dikampus tiba2 nanya gitu aja sama orang lewat yang akupun kagak tau itu siapa, ntar aku disangka mba-mba SPG yang nawarin roko lagi). Well dan hasil survey membuktikan bahwa orang2 yang kebetulan aku tanyai itu relative jawabannya “ah tambah kesel aja, daripada engak kuliah”, ada juga yang  jawab “buat dapet ijazah lah, kan ntar bisa kerja” jarang sekali bahkan mungkin gak ada sama sekali yah orang yang ngejawab “aku mau nyari ilmu biar kelak aku bisa membagikannya kepada orang disekitarku” bukankan itu hal yang amat mulia?? Namun saying tak pernah kudengar kata itu mucul dari mulut seseorang, siapapun itu, semua orang bersikeras dengan tujuan semu nya, bahwa “kuliah itu ingin mendapat ijazah, yang kelak kan bisa dipakai untuk melamar kerja”, bahkan saat aku bertnya lagi dengan pertanyaan yang lebih spesifik, “kenapa ko keguruan yang kamu pilih??” (kebetulan aku sekarang statusnya sebagai mahasiswa keguruan) dan dengan entengnya ia menjawab “kan masuk keguruan itu gampang, terus kalo uda lulus bisa kerja dimana aja, jadi pegawe bank juga bisa, karena kalo ijazah keguruan itu bisa dipake ngelamar kerja dimana aja”, GILAK!!! Sahut ku dalam hati. Orang sekarang udah pada gak punya fikiran apa, HEI BUNG, KEGURUAN ITU BUKAN TEMPATNYA MAIN-MAIN, DISINI KITA DIDIDIK JADI CALON GURU YANG KELAK KAN MEMBAGI ILMUNYA KEPADA PARA KADER PENERUS BANGSA, YAITU ANAK DIDIK KITA, KALO KITA SEBAGAI CALON GURU UDAH KAYA GITU, GIMANA NASIB PENDIDIKAN DIMASA YANG AKAN DATANG???????????????? (untuk kasak kusuk permasalahan dunia “keguruan” lebih lanjut akan dibahas pada tulisanku yang berbeda yah, disini aku Cuma mengulas sedikit aja tentang dunia “keguruannya”, oke lets to our main topic!). seketika emosiku meningkat, kepala memerah dan keadaan sekitar penuh dengan asap yang keluar dari kepalaku (emang kepalaku ubi rebus), aku enggak habis fikir kenapa didunia ini banyak manusia2 dengan pola fikir aneh seperti mereka, ternyata bukan hanya bentuk tubuhnya aja yang aneh, pola fikirnya juga ikut2an aneh..
Oke, lepas dari permasalahan itu enggak kerasa aku udah mau UTS lagi, cepet banget baru juga beberapa detik dari paragraph diatas, hehe. Nah kali ini aku nemuin suatu hal yang baru nih!! Hihi. Sehari sebelum UTS digelar (hus emangnya pameran), aku liat temen2 jadi keliatan kaya yang kutu buku gitu, jadi sering baca2, aku Tanya “heii ko pada rajin sih baca2??” mereka menjawab “kan mau UTS??”, aku Tanya kembali “terus hubungannya apa???”, ia bilang “eluteh bego ato gimana, ya supaya dapet nilai bagus lah”. Aku gak habis fikir, sebenernya yang mereka kejar itu ilmu pengetahuan apa nilai sih?? Emang dengan baca2 mau UTS itu seenggaknya bisa nambah wawasan dan ilmu pengetahuan, tapi kan UTS itu Cuma 3 bulan sekali, lepas dari UTS mereka lupa kembali tentang apa yang udah mereka baca, parah kan??? Apa iya pihak kampus kudu ngadain UTS tiap hari supaya mahasiswa itu belajar setiap saat, gak lucu! Yang ada mahasiswa pada botak karena frustasi dibuatnya, hihihi .. lagi2 mereka itu mengejar yang seharusnya bukan mereka kejar, kalo menurut aku nih yaa, alangkah baiknya kalo kita itu memahami dari setiap mata perkuliahan, seenggaknya ka nada ilmu yang nempel, lumayan juga kan buat pengetahuan kita yang kelak kan diaplikasikan pada kehidupan setelah keluar dari kampus ini, disamping itu buat ujian juga kan bisa, toh soal ujian kan berasal dari apa yang kita dapat diperkuliahan, tuh kan udah dua point yang kita dapet, pertama pengetahuan (tujuan utama kita kuliah), dan yang kedua persiapan buat ujian, jadi pas mau ujian kelak gak usah ada acara ritual baca buku sampe larut malem segala apalagi makanin tuh buku supaya apa yang kita tulis ada di otak, ckckck. Satu lagi, pas ujian juga kita punya tingkat percaya diri yang tinggi dan gak akan ada lagi acara lirik sana sini, bisik sana sini, yang ntar ujung2nya maen petak umpet sama pengawas ujian, iya toh??????. Lah terus adanya nilai buat apa hayohhh????? Yaa nilai itu kita anggap sebagai hadiah atau apresiasi dosen terhadap mahasiswa yang telah giat mencari limu, inget “Mengejar Nilai itu Tidak akan Mendapatkan Ilmu Malahan jadi Menghalalkan Segala Cara (Licik), Sedangkan Mengejar Ilmu itu Akan Mendatangkan Kesuksesan dan Dapet Nilai Pula”. Jadi kenapa enggak kita para mahasiswa sedikit mengubah pola fikir yang tadinya “kuliah untuk kerja” atau “kuliah untuk nilai, agar dapat kerja”  menjadi “kuliah untuk ilmu, agar pekerjaan datang mengejar kita”, indahnya hidup ini …
“Pendidikan itu Bukan Untuk Membuat Pintar, Melainkan Untuk Membuat Sadar”
Saya ijoy, See U Next Time ….

0 komentar:

Posting Komentar

 
;